Connect with us

Aturan Lengkap Mengenai PPKM Level 4 yang Berlaku di Kota Cirebon

Berita Cirebon Radio

Aturan Lengkap Mengenai PPKM Level 4 yang Berlaku di Kota Cirebon

KEJAKSAN – PPKM level 4 di Kota Cirebon diperpanjang sampai dengan 2 Agustus 2021 mendatang. Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis pun mengeluarkan Surat Edaran Nomor Nomor 443/SE 72-PEM.

Surat edaran bertanggal 26 Juli 2021 tersebut berisi tentang ketentuan yang diberlakukan pada saat PPKM level 4. Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi menururkan surat edaran wali kota merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 24/2021.

Dijelaskannya, aturan yang diberlakukan pada saat PPKM level 4 tidak jauh berbeda dengan PPKM darurat yang diterapkan sejak awal bulan Juli 2021. Namun, lanjut Agus, terdapat sejumlah perbedaan kententuan antara PPKM darurat dengan PPKM level 4.

“Aturan yang masih sama meliputi kegiatan belajar mengajar tatap muka digelar secara daring, industri sektor non esensial 100 persen work from home (WFH), dan industri sektor kritikal serta esensial berlaku pengecualian work from office (WFO) 100 persen, WFH 50 persen dan WFH 25 persen sesuai ketetapan,” paparnya, Senin (26/7).

Ia mengungkapkan, aturan yang mengalami perubahan di masa PPKM level 4 adalah pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen dan operasionalnya dibatasi sampai pukul 15.00 WIB.

Selain itu, pedagang kaki lima (PKL), toko kelontong, agen atau outlet voucher, barbershop, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lainnya diizinkan beroperasi dengan protokol kesehatan ketat serta operasionalnya dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, warung makan, warteg, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat hingga pukul 20.00 WIB. Pengelola diizinkan melayani maksimal tiga pengunjung dan waktu makannya dibatasi hanya 20 menit.

“Untuk restoran, rumah makan, kafe, dan lainnya tetap dilarang melayani pengunjung makan di tempat. Mereka hanya diperbolehkan melayani pemesanan take away dan delivery order,” terangnya.

Agus mengungkapkan, kegiatan pusat perbelanjaan, mal, minimarket, dan lainnya ditutup sementara kecuali akses untuk pegawai toko yang melayani penjualan online. Namun, maksimal hanya tiga pegawai di setiap toko, restoran, supermarket, dan pasar swalayan. [CR01]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

To Top