Connect with us

Balthazar Rilis Lagu Baru ‘On A Roll’ Dari Album Sand Yang Rilis 26 Februari

Musik Film

Balthazar Rilis Lagu Baru ‘On A Roll’ Dari Album Sand Yang Rilis 26 Februari

Balthazar, seniman pop-art asal Belgia, baru saja membagikan lagu baru mereka On A Roll. Lagu ini merupakan bagian dari album terbaru mereka Sand yang akan rilis 26 Februari mendatang via Play It Again Sam. Penulis sekaligus frontman Balthazar, Jinte Deprez, menjelaskan konteks dari lagu dan video ‘On A Roll’. “Lagu dan video ‘On A Roll’ bercerita tentang kegagalan repetitif dalam mengontrol situasi, hidupmu, atau cara hidupmu. Sesaat kamu memang merasa bisa kabur dari lingkaran yang mengukungmu. Tapi pada akhirnya, kamu kembali lagi ke titik awal dan menyadari bahwa perubahan yang kamu lakukan tidak membawa pengaruh untuk hasil, maupun pengaruh terhadap dirimu sendiri.”

Menampilkan style yang baru usai project solo para membernya, Sand semakin mendobrak batas-batas, seperti yang dapat disimak di lagu ‘On A Roll’ ini. Nuansa overtones yang glitchy dan vokal yang kaya menjadi salah satu daya tarik album ini.

Daftar lagu album Sand:

Moment
Losers
On A Roll
I Want You
You Won’t Come Around
Linger On
Hourglass
Passing Through
Leaving Antwerp
Halfway
Powerless

Tentang Sand:

Diprakarsasi oleh Jinte Deprez dan Maarten Devoldere yang keduanya memadukan kepiawaian mereka dalam menulis lagu, Balthazar terus mendobrak batasan-batasan kaku yang muncul ketika mereka merilis album mereka Fever (2018). Keduanya menyempurnakawn pendekatan mereka dalam menulis lagu lewat karya solo mereka masing-masing. Jinte, dengan nama panggungnya J. Bernardt, merilis Running Days yang condong ke R&B sementara Maarten merilis Warhause yang bersinar dengan keunikannya. Album Sand kini hadir dengan fluiditas tanpa hambatan berarti, sebuah alternatif tanpa batas yang tentunya juga merupakan buah dari project solo mereka.

Marteen mengomentari album ini, “Kami melakukan banyak hal yang belum pernah kami lakukan sebelumnya. Kami menggunakan banyak sample drum dan bass synth di sini. Ini merupakan sebuah langkah yang menantang untuk kami.” Jinte menambahkan, “Kami membuat album ini dengan cara yang sangat modern. Karena keterbatasan dalam pandemi ini, kami harus bekerja masing-masing dan berdiskusi via elektronik, bukan di studio seperti biasa.”

Sand adalah album alt-pop penuh soul, tanpa belenggu melankolis di masa lalu, sebuah karya paling kohesif dari band ini. Menyoroti cinta, kehilangan, dan hidup, Sand menampilkan karya duo Devoldere dan Deprez yang semakin berkembang. Nada glitchy dan vocal yang kaya di lagu On A Roll membuat lagu ini lebih menonjol dari lagu lainnya. Kepiawaian vokal khas Devoldere dan Deprez ditunjukkan lewat narasi indah di lagu You Won’t Come Around. Sementara itu, Linger On menghadirkan nuansa pop yang ringan sebelum album ini diakhiri dengan lagu yang unik dengan nuansa jazz ang berjudul Powerless. Jinte menjelaskan lebih lanjut; “Kami ingin membuat album sesegera mungkin setelah Fever. Menyenangkan sekali bekerja untuk album ini.” Hal tersebut senada dengan pernyataan Maarten; “Aku nggak sabar untuk memainkan album ini secara live karena di konser Fever kami lebih mendorong elemen-elemen groove.”

Artwork untuk album ini menampilkan karya dari pematung Belanda terkemuka Margriet Van Breevort yang juga seorang special hyper-realistic sculptures. Patung ini awalnya dibuat untuk pusat kesehatan di Belanda dan salah satu karyanya yang terkenal. Karya yang dinamakan Humunculus Loxodontus atau Dia Yang Menunggu, menurut Marteen, menunjukkan perasaan yang dirasakan seseorang di ruang tunggu yang harus menunggu dan merasa canggung. “Semakin kami menggali karya ini, semakin kami merasa ini cocok dengan ide album kami.”

Sebuah tampilan yang surealis dan nampak asing, sulit untuk dideskripsikan, mirip dengan instrumentasi sinematik, energi pop, dan melodi pop khas Balthazar.

“Ada tema yang menyelimuti lagu-lagu di album ini. Menunggu dengan penuh kegelisahan, tidak bisa hidup saat ini dan menaruh kepercayaan kepada masa depan. Kami kini berada di titik di mana kami harus mempertimbangkan aspek-aspek kehidupan ini. Oleh karena itu, album ini kami namakan Sand – seperti pasir di jam pasir.” [CR]

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Musik Film

To Top