Connect with us

Dikepung Banjir dan Longsor, Ribuan Warga Kabupaten Cirebon Mengungsi

Berita Cirebon Radio

Dikepung Banjir dan Longsor, Ribuan Warga Kabupaten Cirebon Mengungsi

SUMBER [89,2 CR] – Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat banjir dan longsor di Kabupaten Cirebon. Bencana ini disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi ditambah air laut tengah pasang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah terjun langsung menangani bencana tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan menyebutkan, sebanyak 3.183 jiwa dan 1.076 rumah terdampak bencana banjir dan longsor. Bencana banjir hampir mendominasi wilayah Kabupaten Cirebon.

“Jumlah itu terdiri dari 1.194 KK yang tinggal di berbagai kawasan,” tuturnya.

Masih kata Alex, banjir menerjang 8 kecamatan yakni Susukan, Plered, Klangenan, Tengah Tani, Gunung Jati, Panguragan, Waled, dan Gebang. Banjir di Gebang disebabkan rob sedangkan lainnya disebabkan tingginya curah hujan pada Minggu kemarin (7/02/21).

Kondisi itu membuat Sungai Ciwaringin meluap hingga berdampak pada lebih dari 1.000 jiwa penduduk, sekitar 477 rumah, 10 musala, serta 1 unit sekolah.

Banjir di antaranya merendam pemukiman warga di 4 dusun/blok Desa Bunder maupun kawasan Perumahan Bunder Indah Regency. Tinggi Muka Air (TMA) di area ini berkisar 60-90 cm.

Banjir di Kecamatan Susukan juga merendam 6 RT di Blok 1 Ambulu, Desa Gintung Lor, dengan TMA 20-80 cm. Pun begitu dengan Desa Bojong Kulon di Blok Pedamaran dan Blok Karangsuwung, di mana TMA berkisar 10-30 cm.

“Di Desa Gintung Lor, air kini telah surut. Sementara di desa lain masih ada genangan air dengan TMA berkisar 10-30 cm,” tuturnya.

Tak hanya Kecamatan Susukan, banjir pula merendam pemukiman warga di Desa Gamel, Kecamatan Plered, Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Desa Dawuan Blok Lovina Regency, Kecamatan Tengah Tani, Desa Jatimerta, Kecamatan Gunung Jati, Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, dan Desa Gunung Sari, Kecamatan Waled.

TMA di kecamatan-kecamatan itu berkisar 20-80 cm. Alex memastikan, tak ada korban jiwa dalam bencana banjir yang menimpa 7 kecamatan itu.

Hanya, ratusan rumah terendam air. Begitu juga dengan 2 musala di Desa Dawuan dan Desa Jatimerta.

“Ada 1 SD dan setidaknya 11 ha sawah terendam air di Desa Dawuan,” tambahnya.

Sementara itu, sedikitnya 120 jiwa dan 22 unit rumah di Desa Gumulung Lebak, Kecamatan Greged, terdampak longsor, Minggu (7/2/2021) sore. Panjang longsor lebih dari 100 m dengan kedalaman 5-12 m.

“Kami mencemaskan setidaknya 22 KK yang tinggal di area sekitar longsor. Rencananya, mereka dievakuasi ke lokasi yang lebih aman,” tuturnya. [Wlk]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

To Top