Connect with us

Dipicu Alasan Ekonomi Karena Pandemi, Angka Perceraian di Kabupaten Cirebon Meningkat

Berita Cirebon Radio

Dipicu Alasan Ekonomi Karena Pandemi, Angka Perceraian di Kabupaten Cirebon Meningkat

SUMBER [89,2 CR] – Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A, Kabupaten Cirebon mencatat, selama masa pandemi Covid-19 angka perceraian mengalami peningkatan. Faktor ekonomi menjadi pemicu tingginya angka perceraian. Sebagian besar permintaan cerai diajukan oleh perempuan.

Hakim PA Kelas 1A, Kabupaten Cirebon, Abdul Aziz memaparkan, sampai dengan awal bulan September menerima pendaftaran 5.140 perkara, padahal layanan tengah dibatasi. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pada tahun lalu.

“Kalau tidak dibatasi kami kewalahan. Masalahnya persoalan hati jadi susah untuk ditahan,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (8/9/20).

Dijelaskan Abdul Aziz dari jumlah tersebut 4.925 telah diputuskan sedangkan sisanya selesai pada proses mediasi. Dalam perceraian ada cerai gugat yang diajukan oleh istri dan cerai talak yang diajukan oleh suami. Dari 4.925 perkara yang diputuskan 2.885 cerai gugat dan 1.176 cerai talak serta sisanya ditolak, gugur dan lainnya.

“Istri yang minta cerai lebih banyak dibandingkan suami,” jelasnya.

Cerai gugat tertinggi terjadi di bulan Juni hingga Agustus. Pada bulan Juni 340, pada bulan Juli 511 dan Agustus 408 perkara. Sementara cerai talak jumlahnya tidak terlalu dominan

Tdak dipungkiri faktor ekonomi pemicu tingginya perceraian jumlahnya mencapai 90 persen sedangkan sisanya perselingkuhan dan tidak memiliki keturunan. Terlebih sebagian besar masyarakat Kabupaten Cirebon berwirausaha.

“Usaha sepi, pendapatan berkurang akhirnya menyebabkan hubungan tidak romantis. Akhirnya jalan terakhir bercerai,” kata Abdul Azis. [Wlk]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

Trending

Berita Cirebon Radio

To Top