Connect with us

DKOKP Kota Cirebon Dorong Kebangkitan Usaha Pariwisata dan Taat Prokes

Berita Cirebon Radio

DKOKP Kota Cirebon Dorong Kebangkitan Usaha Pariwisata dan Taat Prokes

KEJAKSAN [89,2 CR] – Setelah masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) berakhir, para pelaku usaha kepariwisataan di Kota Cirebon kembali mencoba bangkit. Mulai dari hotel, resto, hingga tempat hiburan mulai beroperasi setelah mempersiapkan diri dengan penerapan protokol kesehatannya.

Kabid Pariwisata DKOKP Kota Cirebon, Wandi Sofyan mengungkapkan, hingga saat ini, pihaknya terus mendorong peningkatan aktivitas kepariwisataan, termasuk terus melakukan pemantauan dari penerapanProtokol Kesehatan (Prokes).

“Hotel, tempat hiburan dan restoran sudah mulai bergeliat, tingkat kepatuhan prokes sejauh ini yang kami pantau sudah baik. Kita juga sudah melaksanakan standarisasi sarana prasarana prokes melalui dana hibah CHSE,” ungkap Wandi, Rabu (17/03/21).

Melalui program CHSE, lanjut Wandi, sebagian pelaku usaha pariwisata sudah difasilitasi sarana dan peralatan prokes. Pasca perpanjangan PPKM dan PSBB proporsional di Kota Cirebon, mulai kembali banyak event yang dilaksanakan dihotel dan gedung pertemuan, termasuk aktivitas restoran yang mulai meningkat.

DKOKP sendiri, kata Wandi, mengeluarkan rekomendasi, dan pelaku usaha pariwisata yang sudah mendapatkan surat tersebut boleh beroperasi, termasuk jika ada event yang dilaksanakan, maka izin dari DKOKP sudah tergambar dalam rekomendasi tersebut, dan itu menjadi tanggung jawab pihak hotel, termasuk harus berkoordinasi dengan pihak keamanan, baik TNI, Polri maupun Satpol PP, DKOKP hanya mengawasi dan memantau.

“Setelah AKB, kita aktifkan sektor kepariwisataan, untuk kegiatan di hotel resto, yang sudah punya rekomendasi dari DKOKP, boleh dengan catatan prokes maksimal,” jelas Wandi.

Hingga saat ini, perketatan pemantauan di sektor pelaku usaha kepariwisataan terus dilakukan, dan DKOKP akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan, agar dunia kepariwisataan di Kota Cirebon kembali bangkit pasca didera pandemi.

“Intinya sektor kepariwisataan belum ada cluater, ini supaya terus dijaga, terlebih sebagian hotel dan resto sudah punya sertifikat CHSE,” kata Wandi. [Wlk]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

To Top