Connect with us

Ini Protokol Kesehatan Hajatan Di Kota Cirebon, Hiburan Dangdut Dilarang Joget Di Panggung

Berita Cirebon Radio

Ini Protokol Kesehatan Hajatan Di Kota Cirebon, Hiburan Dangdut Dilarang Joget Di Panggung

KESAMBI [89,2 CR] – Hajatan disertai hiburan di Kota Cirebon wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi teguran, sampai sanksi terberat berupa penghentian acara oleh instansi terkait.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga, Kesenian dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon Drs Agus Suherman SH.MH menjelaskan, pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Gugus Tugas memperbolehkan masyarakat menyelenggarakan hajatan baik di in door dan out door termasuk disertai hiburan. Namun tuan hajat wajib bertanggung jawab terhadap sarana prasarana protokol kesehatan sampai pengawasan kepada tamu undangan.

“Protokol kesehatan yang dimaksud wajib menerapkan physical distancing, menyediakan wastafel, thermo gun, penggunaan masker dan penyemprotan disinfektan. Tamu yang dari daerah episentrum wajib membawa surat keterangan yang dilaporkan kepada RT atau RW,” ujarnya usai sosialisasi kepada Muspika se-Kota Cirebon, Jumat (24/7/20).

Agus menyarankan, tidak ada prasmanan, namun diganti nasi box. Jika terpaksa menggunakan prasmanan maka harus steril atau menggunakan alat makan sekali pakai. Di dalam tenda hajat, harus ada petugas yang mengingatkan tidak berkerumun atau mengatur jumlah tempat duduk.

“Alat makan bisa menggunakan piring rotan alas kertas, jadi sekali pakai. Kalau ada yang berkerumun harus diingatkan. Diatur tamu yang ada di tenda, yang terpenting tidak berdesak-desakan,” paparnya.

Bagi hajatan disertai dengan hiburan, Agus menegaskan, tidak ada yang berjoget di panggung dan alat musik yang digunakan steril. Antara penyanyi dan pemain musik harus jaga jarak dan MC harus selalu mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Artis harus pakai face shield, alat musik sudah di semprot disinfektan dan yang terpenting tidak ada joget di panggung karena akan menimbulkan kerumuman,” tegasnya.

Sementara untuk pengawasan, dinasnya menyerahkan kepada kelurahan bekerjasama dengan RW setempat. Jika ditemukan pelanggaran maka berhak diingatkan atau diberhentikan. [Wlk]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

To Top