Connect with us

Kabupaten Cirebon Masuk PPKM Level 4 Karena Ada Selisih Data

Berita Cirebon Radio

Kabupaten Cirebon Masuk PPKM Level 4 Karena Ada Selisih Data

SUMBER – Masuknya Kabupaten Cirebon dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 karena adanya selisih data. Laboratorium pemeriksa Covid-19 diketahui tidak menginput dalam data nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengatakan, tidak diinputnya data tersebut dalam data  nasional membuat laporan data kematian dari rumah sakit terlambat dilaporkan. Hal itu menimbulkan perbedaan data harian dan data dalam new all record (NAR).

Ia menjelaskan, setiap kasus kematian karena Covid-19, semula berstatus konfirmasi positif dan tercatat dalam NAR oleh laboratorium pemeriksa Covid-19. Setiap status konfirmasi maka akan berakhir pada dua status yaitu sembuh atau meninggal.

“Sehingga seharusnya ketika ada laporan kematian dari rumah sakit maka data kasusnya sudah tercatat dalam NAR. Pada kasus yang dialami oleh Pemkab Cirebon ini, banyak laporan kematian dari rumah sakit namun ketika dicari dalam data NAR tidak ada,” terangnya, Rabu (15/9).

Karenanya, data kematian tidak bisa dilaporkan sebagai kasus meninggal sampai data diinput oleh laboratorium. Perbedaan data tersebut diketahui saat verifikasi data kematian periode Januari – Agustus 2021.

“Dalam verifikasi tersebut, terdapat selisih data kematian dari Kabupaten Cirebon dan pusat hingga 378 kasus. Akhirnya kami berusaha untuk melaporkan kembali selisih angka kematian tersebut secara bertahap,”

Setiap harinya, pihaknya melaporkan sebanyak 13 kasus kematian. Pada periode 10 Agustus hingga 6 September, sudah dilaporkan sebanyak 203 kasus kematian, sehingga tersisa sebanyak 175 kematian.

Untuk segera menyelesaikan jumlah selisih kematian tersebut, Pemkab Cirebon langsung menyelesaikan selisih angka kematian dengan melaporkan sebanyak 175 kasus dalam satu hari pada 7 September 2021.

“Namun ternyata, saat melakukan evaluasi kembali pada 7 September 2021, masih ada selisih kematian sebanyak 160 kasus. Pemkab Cirebon kembali melaporkan selisih kematian sebanyak 160 kasus dalam satu hari pada 8 September 2021,” paparnya.

Dijelaskannya, perbaikan selisih data ini sudah dikoordinasikan dengan Pemprov Jabar melalui surat resmi yang dikirimkan. Jika merujuk pada data real yang ada saat ini, seharusnya Kabupaten Cirebon sudah masuk pada level 2 PPKM. Jumlah kematian juga sudah turun secara signifikan.

“Pekan depan level PPKM di Kabupaten Cirebon dipastikan akan turun ke level 3 atau 2 karena selesainya perbaikan data yang dilakukan. Turunnya level PPKM juga, perlu didorong dengan gencarnya vaksinasi yang dilakukan,” pungkasnya. [CR01]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

Trending

Berita Cirebon Radio

To Top