Connect with us

Selain Bali, Ribuan Burung Pipit Mati Ditemukan di Kota Cirebon

Berita Cirebon Radio

Selain Bali, Ribuan Burung Pipit Mati Ditemukan di Kota Cirebon

KEJAKSAN – Ribuan burung pipit mati ditemukan di Kota Cirebon, tepatnya di area balai kota. Kejadian serupa sempat terjadi belum lama ini di wilayah bali dan kini muncul di Kota Cirebon.

Belum diketahui penyebab ribuan burung pipit tersebut mati. Namun, petugas Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon telah mengambil sampelnya untuk dilakukan uji lab.

Medis Veteriner DPPKP Kota Cirebon, drh Tri Angka menuturkan, sampel yang diambil adalah air liur dari bangkai burung pipit. Nantinya, sampel tersebut diuji lab untuk mengetahui penyebab kematiannya.

“Uji labnya di Subang karena kita belum punya peralatan yang memadai. Setelah hasilnya keluar baru bisa diketahui penyebab fenomena ini,” paparnya, Selasa (14/9).

Disampaikannya, setelah hasil uji lab keluar maka pihaknya bisa menentukan langkah ke depannya. Sehingga ketika peristiwa tersebut terjadi lagi bisa langsung ditangani.

Sejauh ini, ia memprediksi matinya ribuan burung pipit dikarenakan faktor cuaca dan perubahan iklim. Namun hal tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena masih dugaan awal.

“Dari awalnya cuaca panas kemudian berubah tiba-tiba menjadi dingin membuat burung pipit mati. Bahkan, bisa juga karena burungnya memakan makanan yang mengandung pestisida,” ungkapnya.

Sementara ASN Setda Kota Cirebon, Prasojo Rahajo Utomo mengungkapkan, bangka burung pipit bertebaran di bawah pohon-pohon yang ada di komplek Balai Kota Cirebon sejak pagi. Pemandangan itu baru dilihatnya selama bertugas di Setda Kota Cirebon.

Sehingga petugas kebersihan dikerahkan untuk membersihkan bangkai burung pipit yang tergeletak di halaman balai kota. Namun, ada juga burung yang masih hidup tetapi kondisinya lemas dan tidak lama kemudian mati.

“Burung pipit ini biasa setiap harinya berkelompok di pohon-pohon yang ada di balai kota. Tapi tiba-tiba ditemukan mati dan mengejutkan karena baru pertama terjadi begini,” pungkasnya. [CR01]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

To Top