Connect with us

Kesultanan Kanoman Minta Pemerintah Bijak Menyikapi Tradisi Muludan

Berita Cirebon Radio

Kesultanan Kanoman Minta Pemerintah Bijak Menyikapi Tradisi Muludan

LEMAHWUNGKUK [89,2 CR] – Kesultanan Kanoman mempertanyakan keputusan gugus tugas penanganan Covid-19 yang mengeluarkan rekomendasi tradisi muludan ditiadakan. Seharusnya keputusan diambil dengan pertimbangan yang matang dibarengi dengan komunikasi kedua belah pihak.

Patih Kesultanan Kanoman, Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran menganggap keputusan yang diambil tergesa-gesa. Gugus tugas sebelum mengambil keputusan seharusnya berkoordinasi dengan Kesultanan yang ada di Cirebon. Setelah itu membuat keputusan, sehingga bisa diterima semua pihak.

“Maulid Nabi atau muludan sudah menjadi tradisi. Seharusnya dipertimbangkan dulu, tidak langsung memutuskan. Selama ini kami merasa tidak pernah diundang untuk rapat oleh gugus tugas,” katanya kepada awak media, Senin (21/9/209.

Alasan mencegah penularan Covid-19 baginya tidak tepat. Karena selama ini gugus tugas memperbolehkan pasar dan tempat hiburan lain tetap buka. Sementara kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Cirebon terus mengalami peningkatan.

“Apa bedanya pasar rakyat di muludan dengan pasar tradisional. Harusnya gugus tugas memberikan alasan yang tepat,” katanya.

Meski demikian Pangeran Patih tetap akan menggelar prosesi ritual panjang jimat di Keraton Kanoman dengan imbauan yang diberikan pemerintah yaitu penerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sementara untuk pasar rakyat menunggu keputusan selanjutnya. [Wlk]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

Trending

Berita Cirebon Radio

To Top