Connect with us

Pesan Tersirat Difki Khalif dalam Lagu Ratu Drama

Musik Film

Pesan Tersirat Difki Khalif dalam Lagu Ratu Drama

Setelah merilis Cinta yang Diam (2020) bersama Ariel NOAH dan Ilusi Setelah Kau Pergi (2021), kali ini Difki Khalif menulis dan merilislaguketiganyaberjudul Ratu Drama.

“Ratu Drama menceritakan tentang ketidakselarasan sebuah hubungan antara esensi rasa sayang dan kebiasaan berpacaran yang dirasa sudah tidak perlu lagi dilakukan di masa-masa dewasa ini, apalagi si wanita yang terus menunjukan sifatnya yang penuh drama,” ujar Difki.

“Selain itu, dunia maya juga menjadi tempat si wanita ini mencurahkan segala sandiwara dramanya, dimana ia memamerkan segala kemesraannya demi sebuah likedan terlihat eksis dimata teman-temannya. Sementara hubungan mereka di kehidupan nyata sudah hampir di ujung tanduk perpisahan, karena si laki-laki sudah bosan dan sudah amat muak dengan tingkah laku pasangannya tersebut,” ucap pria berdarah Minang ini.

“Saya membuat lagu ini di pertengahan tahun 2017. Baru digarap secara serius di studio rekaman kang Capung (Java Jive) di Bandung pada tahun 2019.Untuk penggarapan musiknyamemakan waktu setahun lamanya, karena banyak ide atau konsep baru yang datang setelahnya. Musisi-musisi senior yangjuga terlibat ada kang Tony (Java Jive) sebagai pengisi keyboard, lalu mas Bowo Soulmate sebagai pengarah vokal dan teman-teman band pengiring,ada DM yang ikut mengisi tambahan sound keyboard dan synth,lalu Syiam yang mengisi cajon dan perkusi dan ada dua bassist yang terlibat yaitu Raffy dan Krisna,” jelas Difki.

“Harapan sayalewat lagu Ratu Drama ini, semogabisa mengajarkan kita untuk tidak mendramatisir sebuah masalah, tidak melakukan hal-hal yang sebetulnya telah hilang dari tujuan.Cara dan esensi kehidupan yang semestinya dan semoga bisa diadaptasikan ke banyak hubungan, bukan hanya hubungan percintaan lawan jenis namun antara keluarga dan teman. Kita terkadang lupa menempatkan hati kita ketika raga sedang berada di sekeliling keluarga ataupun teman.Kebanyakan kita hanya sibuk dengan layar handphone masing-masing dan memperlihatkan kita sedang nongkrong atau silahturahmi dengan keluarga.Namun kenyataannya kemesraan dan kehangatan itu hanya ada di postingan dunia maya.Di dunia nyata kita malah asik sendiridengan dunia kita masing-masing.“

“Intinya kita harus lebih peka lagi terhadap sebuah hubungan yang semestinya dibangun lewat kehangatan yang murni, bukan dari hal yang terkesan dibuat-buat atau hal yang ternyata semu alias palsu,” Tutup Difki. [CR]

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Musik Film

Trending

Berita Cirebon Radio

To Top