Connect with us

Pilihan Aktivitas Seru Selama Pandemi

Opini

Pilihan Aktivitas Seru Selama Pandemi

Selama pandemi, kita dituntut untuk beraktivitas di rumah saja, baik itu bekerja maupun bersekolah. Sebagian orang mungkin terpaksa masih beraktivitas di luar rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selepas lelah bekerja atau mengerjakan tugas sekolah, biasanya kita akan mencari penyegaran di luar rumah. Bentuknya macam-macam. Ada yang memilih jalan-jalan ke mal dengan keluarga atau teman, bersantai di taman kota, atau sekadar ngopi santai di kedai kopi langganan. Akan tetapi, selama pandemi, kegiatan di luar rumah seperti itu mulai dibatasi atau malah tidak bisa sama sekali. Tujuannya agar tidak tercipta kerumunan yang memungkinkan penyebaran virus lebih masif lagi.

Untuk minggu-minggu pertama, beraktivitas secara penuh di rumah rasanya masih bisa terlewati dengan biasa saja. Akan tetapi, kejenuhan mulai melanda di minggu-minggu berikutnya. Beberapa orang yang sudah terbiasa bekerja dari rumah mungkin tidak merasakan kejenuhan itu. Beberapa lainnya, yang baru merasakan sensasi bekeraja di rumah, memilih untuk tidak patah semangat. Mereka menemukan aktivitas-aktivitas seru yang membuat mereka tetap dalam kondisi prima. Mereka paham, sekali mereka dilanda stres, imunitas tubuh akan menurun yang berakibat pada mudahnya tubuh terserang penyakit dari luar, termasuk Virus Korona yang tengah menyambangi kehidupan kita.

Nah, agar kejenuhan tidak mengintai kita terlalu lama, mari kita intip beberapa alternatif  aktivitas seru berikut ini.

  1. Memasak

Ini bukan sekadar aktivitas masak biasa, tetapi mengolah bahan-bahan yang terbatas macamnya menjadi sajian yang istimewa. Kalau sebelumnya kita terbiasa berbelanja di pasar besar atau supermarket dan bisa memilih bermacam-macam bahan sesuai kebutuhan, sekarang semuanya serba terbatas. Demi menghindari kerumunan, kita hanya bisa berbelanja di toko atau warung terdekat dengan pilihan bahan yang terbatas. Dengan kondisi itu kita dipaksa berkreasi.

Atau, jika dana mencukupi, kita bisa berbelanja melalui layanan pesan antar supermarket dan mencoba menu-menu baru yang mungkin saja selama ini tidak bisa kita eksekusi karena keterbatasan waktu.

Kita juga bisa melibatkan semua anggota keluarga dalam aktivitas ini. Dengan begitu, kita sekaligus mewujudkan kebersamaan yang berkualitas dengan keluarga.

  1. Berkebun

Bagi mereka yang memiliki hunian dengan halaman yang cukup luas, tentu bisa memanfaatkannya untuk menanam bermacam-macam tumbuhan. Bunga, tanaman obat, atau sayur-mayur. Bibitnya bisa dibeli dengan mudah di toko-toko daring atau bisa memanfaatkan sisa bahan dapur. Selain bisa menambah suplai oksigen, pemandangan yang tersaji juga bisa menjadi terapi tersendiri. Tentu hal itu akan berpengaruh baik pada kondisi tubuh kita.

  1. Membaca

Naaah, siapa yang masih punya banyak buku tersegel plastik bahkan sejak dari setahun lalu? Saya juga masih punya. Hahaha…

Mengerjakan tugas kantor di rumah mungkin tidak memakan banyak waktu. Sisa waktu yang ada bisa kita manfaatkan dengan membaca. Banyak toko buku yang mengadakan obral besar-besaran untuk pembelanjaan daring. Para pencinta buku tentu tidak akan melewatkannya begitu saja. Kapan lagi bisa membeli novel tebal karya penulis terkenal dengan harga seporsi mi ayam bakso? Hihihi…

Membaca juga mencegah kita terlalu banyak bicara. Dengan terpaksa kita akui, tabiat buruk orang Indonesia adalah ‘komen dulu, baru baca’. Atau malah ‘nggak baca, tapi langsung komen’. Hal ini yang membuat banyak debat kusir yang tak perlu. Bahkan, apa yang diributkan sudah tidak ada hubungannya lagi dengan topik yang sedang dibahas. Tak heran jika tingkat literasi bangsa ini amat sangat tiarap.

  1. Menulis

Setelah membaca, biasanya akan bermunculan banyak ide di otak kita. Bisa yang berkaitan dengan buku yang telah kita baca, bisa juga ide lain yang berbeda sama sekali. Seremeh apa pun ide tersebut, tulis saja. Sebab, yang menurut kita remeh, belum tentu menurut orang lain. Bisa jadi, ide tersebut adalah solusi yang selama ini mereka cari.

Atau, kita bisa menulis ulasan dari buku yang telah kita baca. Beberapa portal menyediakan bayaran khusus bagi mereka yang rajin menulis ulasan, baik itu tentang buku atau hal lain yang biasanya digemari banyak orang. Dan, jika kita punya lebih banyak waktu lagi untuk melakukan riset, mengapa tidak sekalian menulis novel saja?

Nah, menulis bisa jadi ladang uang juga, kan?

Pramoedya Ananta Toer pernah mengatakan, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” Nah, kita bisa menyimpulkan sendiri dari kutipan tersebut.

Jadi, aktivitas apa yang akan kalian pilih? Apa pun itu, semoga kalian benar-benar menyukai dan melakukannya tanpa rasa terpaksa.

Diam di rumah bukan berarti tidak bisa berbuat apa-apa. Kita tetap bisa melakukan hal-hal positif. Diam di rumah berarti kita dituntut untuk lebih kreatif lagi dan tidak gampang menyerah dengan keadaan.

Jangan lupa pakai masker jika terpaksa bepergian, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta terapkan physical distancing.

Salam sehat.

 

Sekar Mayang

(Editor Penerbit Jentera Pustaka)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Opini

To Top