Connect with us

Puma Blue Rilis Single “Velvet Leaves”

Musik Film

Puma Blue Rilis Single “Velvet Leaves”

Setelah merilis dua buah EP, dua single, dan satu album live, Puma Blue kini menjadi salah satu talenta baru paling berpengaruh di UK, perlahan mengumpulkan lebih dari 50 juta stream dan menjual habis turnya dari London hingga LA, Paris hingga Tokyo. Kini, ia bersiap untuk melebarkan sayapnya lewat album debut yang sudah lama dinantikan para penggemarnya, ‘In Praise of Shadows’ pada 5 February mendatang  via Blue Flowers.

Musik khas Puma Blue yang nokturnal dan penuh pencarian jati diri lahir dari satu dekade di dalam hidupnya dimana ia yang masih berusia 25 tahun ini bergulat dengan insomnia. “Selama sepuluh tahun, aku tidak bisa tidur tenang,” ungkap penulis lagu dan produser asal London yang banyak digemari ini. Hal tersebut sekaligus menjelaskan mengapa lagu-lagu yang mengawali karirnya seperti ‘Swum Baby’ (2017) dan ‘Blood Loss’ (2018) bernuansa “voicemail ballads”. Kedua lagu tersebut juga membuatnya dikenal sebagai penulis balada patah hati dan kegelisahan jiwa.

‘In Praise of Shadows’ adalah perpaduan vokal soulful yang menghanyutkan dan petikan gitar serta bas elektronik yang pelan khas D’Angelo. Keempatbelas lagu di dalam ini adalah kontemplasinya dari “keseimbangan cahaya dan kegelapan, serta hal menyakitkan yang harus kamu sembuhkan atau terima, yang membawamu menjadi lebih baik,” ungkap Puma Blue yang bernama asli Jacob Allen. Musisi berusia 25 tahun itu melanjutkan. “Album ini adalah tentang menemukan cahaya di kegelapan, dan menyadari bahwa itulah yang membawaku sampai ke hari ini.” Sentuhan intim ini masih terasa di ‘In Praise Of Shadows’, tetapi kini hadir dengan kedewasaan dan ketajaman yang baru, yang lahir dari perjalanan Allen bergumul dengan kegelapannya dan merayakan kebahagiaan di album debutnya. Ini semua juga dipengaruhi oleh perjalanan cintanya yang akhirnya membantunya tidur, dan karirnya yang menanjak membuat penulis lagu yang jarang keluar rumah ini untuk keluar dari zona nyamannya, mendorongnya untuk menemukan perspektif baru akan cinta dan kehilangan.

Kejujuran itu nampak lebih jelas di single utamanya ‘Velvet Leaves’, yang dirilis hari ini. Dibuka dengan beat hip-hop yang menggugah dengan klimaksnya yang menguras emosi, lagu ini terinspirasi oleh Jeff Buckley, salah satu musisi yang mempengaruhi Allen. Lagu ini mengeksplor insiden yang meninggalkannya dengan panic attack hingga hari ini. Ia menulis beat dan liriknya di sesi yang sama, sembari ia menuangkan pengalamannya ke dalam musik. “Di musim panas tahun 2015, saudara perempuanku mencoba bunuh diri. Ini adalah hal yang sulit sekali untuk aku dan keluargaku lewati. Aku selalu ingin menuangkannya di dalam lagu, tetapi aku tidak bisa membahasakan isu yang sangat kompleks ini, secara lirik maupun musik. Tahun lalu, aku menyadari bahwa aku akhirnya punya cara untuk mengungkapkannya,”ujar Allen. “Aku ingin membuat lagu ini menjadi lagu yang memberikan harapan, tentang keindahan melewati saat sulit ini. Tetapi tentu ada elemen-elemen gelap di dalam lagu ini yang sama gelapnya dengan persoalan yang kami hadapi.”

Video klip ‘Velvet Leaves’ menampilkan subjek lagu ini dan tragedi Yunani tentang Orpheus dan Eurydice, dimana Orpheus melakukan perjalanan “melewati kabut” untuk menyelamatkan Eurydice dari neraka. Di film pendek yang kaya dengan sinematografi yang tajam, sutradara Harvey Pearson (Sam Smith, SG Lewis) menggambarkan kembali cerita kuno ini dengan twist kontemporer, memberikan Jacob peran Orpheus yang sedang bersedih karena gagal untuk membawa Eurydice (di sini diibaratkan seperti saudara perempuannya, dimainkan oleh Mia Gill) kembali dari kematian. Video ini merupakan refleksi menggugah dari pengalaman hampir kehilangan yang sejalan dengan kelugasan Puma Blue dalam mengkonfrontasi emosinya di dalam musik. [CR]

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Musik Film

To Top