Connect with us

Ribuan Guru Honor PAI di Kota Cirebon Tuntut Keadilan Pemerintah

Berita Cirebon Radio

Ribuan Guru Honor PAI di Kota Cirebon Tuntut Keadilan Pemerintah

KESAMBI [89,2 CR] – Ribuan guru honorer Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Cirebon meminta pemerintah bersikap adil dalam pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan CPNS. Mereka merasa tersisihkan oleh honorer formasi guru lainnya, terutama honorer yang baru beberapa tahun bekerja.

Ketua Umum DPP Asosiasi Guru PAI Indonesia (AGPAII) Mahnan Marbawi mengatakan, tidak adanya formasi PPPK untuk guru agama (di luar formasi 9.464 untuk sisa honorer K2 pada rekrutmen PPPK Februari 2019), menunjukkan ketidakadilan pemerintah.

“Kami didesak untuk mogok mengajar, bila sampai akhir bulan ini tidak ada formasi PPPK untuk guru honorer PAI. Namun kami tahan dulu,” ujarnya, Senin (8/03/21).

Dikatakan dia, guru agama yang sebagian besar honorer, memegang peranan sangat penting dalam menciptakan generasi berakhlak mulia. Sayangnya, hak-hak mereka untuk meningkatkan statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) PPPK tidak diberikan.

Pihaknya bersikap untuk menunggu dulu, pengumuman Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo akhir bulan ini. Bila formasi PPPK untuk guru agama di luar honorer K2 tidak ada, pihaknya tidak bisa menahan desakan mogok mengajar. Karena itu menjadi hak mereka dan mogok mengajar menjadi jalan terakhir bagi guru-guru agama terutama PAI untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Pria yang akrab disapa Marbawi ini mempertanyakan, adanya pengklasifikasian guru PAI dengan guru-guru honorer mata pelajaran lainnya. Padahal, permintaan formasi PPPK untuk guru agama sudah disuarakan AGPAII sejak Desember 2020.

Diharapkan Marbawi, kuota PPPK yang kosong sebanyak 431.762 formasi diisi dengan guru agama. Sedangkan jumlah guru PAI yang berstatus honorer, ada 188 ribu orang, semoga diberikan kesempatan ikut tes PPPK tahun ini,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Forum Honorer Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Negeri (FHPTKN) Kota Cirebon Kusmana SSos MSi mengatakan, sepengetahuannya pengangkatan formasi CPNS untuk guru pada tahun ini ditunda, dan dialihkan ke PPPK.

Permasalahannya, kata pria yang akrab disapa Nana ini adalah, klasifikasi. Masuk dalam data pokok pendidikan (dapodik) minimal dalam dua tahun, nah disini diklasifikasikan ada tenaga guru dan tenaga kependidikan. Yang menjadi kegelisahan para guru honorer ini adalah yang diangkat kebanyakan guru, sedangkan tenaga kependidikannya seperti ditinggalkan.

“Baik guru maupun tenaga kependidikan harus mempunyai kesempatan yang sama dalam masuk ke PPPK ini. Tapi dalam klasifikasinya dibatasi dengan kalimat harus menjadi seorang guru,” tuturnya.

Padahal, lanjut Nana, tenaga kependidikan ini juga telah memenuhi persyaratan seperti strata satu dengan jurusan sesuai bidangnya. Tapi hal ini menjadi percuma saja, karena tersekat sendiri oleh klasifikasi satu dapodiknya itu sendiri. Termasuk didalamnya seluruh honorer guru PAI.[Wlk]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

To Top