Connect with us

Senin, Puluhan Guru Honorer Kota Cirebon Diangkat Menjadi PPPK

Berita Cirebon Radio

Senin, Puluhan Guru Honorer Kota Cirebon Diangkat Menjadi PPPK

KEJAKSAN [89,2 CR] – Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah menerbitkan surat keputusan pengangkatan tenaga honorer kategori II menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai 1 Januari 2021. Sebagian besar difokuskan untuk formasi kependidikan atau guru.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Cirebon Anwar Sanusi menyampaikan, sama dengan daerah lainnya Kota Cirebon juga mengangkat guru honorer yang memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PPPK.

Pihaknya akan mengagendakan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (Kontrak), antara Kepala BKPPD Kota Cirebon yang bertindak untuk dan atas nama Wali Kota Cirebon sebagai Pihak Kesatu. Dengan ke 44 orang PPPK di lingkungan Pemkot Cirebon, masing-masing sebagai Pihak Kedua.

Penandatanganan Perjanjian Kerja itu direncanakan serangkaian dengan penyerahan SK Pengangkatan dan Surat Tugas Kepada masing-masing PPPK. Formasi PPPK Kota Cirebon itu terdiri dari 2 orang sebagai Tenaga Penyuluh Pertanian dan 42 orang sebagai Tenaga Guru.

“Insya Allah Hari Senin mendatang kita akan ada pengangkatan sekitar 40 honorer menjadi PPPK. Untuk formasinya sebagian besar guru,” jelas Anwar, Jumat (19/02/21).

Setelah mendapat NIP dan SK, tenaga honorer resmi menjadi PPPK dan akan mendapat gaji sesuai pegawai negeri sipil (PNS) seperti yang dijanjikan Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK.

“Prinsipnya haknya sama dengan yang diterima oleh PNS,” ucapnya.

Sementara Ketua Forum Honor Pendidik dan Tenaga Kependidikan Negeri (FHPTKN) Kota Cirebon Kusmana menambahkan, Tahun 2021, CPNS formasi guru tidak disetujui pemerintah pusat. Saat ini pemerintah pusat melalui Badan Nasional Kepegawaian (BKN) fokus merekrut formasi guru lewat seleksi PPPK.

Karena CPNS formasi guru 2021 ditiadakan, PPPK menjadi harapan besar guru honorer di seluruh Indonesia khususnya di Kota Cirebon.

“Pada tahun 2021 ini sesuai dengan sosialisasi Menteri Pendidikan berkonsentrasi pada penyelesaian permasalahan tentang honorer dengan cara seleksi PPPK,” ujar pria yang akrab disapa Nana ini.

Nana berharap, pemerintah lebih berkonsentrasi jika memang PPPK adalah solusi terakhir untuk penyelesaian masalah honorer yang sudah berlarut-larut. Bagi yang berumur diatas 35 tahun yang tidak terakomodir jadi CPNS, harapan satu-satunya adalah menjadi PPPK, ini sesuai dengan UU ASN.

“Kami juga menyadari, ada sejumlah rekan kami yang tidak dapat mengikuti seleksi PPPK terutama honorer tenaga kependidikan. Jadi kami berharap mereka juga diperhatikan oleh pemerintah, karena mereka juga menjalankan dunia pendidikan,” tandasnya. [Wlk]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

To Top