Connect with us

Terdampak Covid-19, Sanggar Seni di Kabupaten Cirebon Kurang Perhatian Pemerintah

Berita Cirebon Radio

Terdampak Covid-19, Sanggar Seni di Kabupaten Cirebon Kurang Perhatian Pemerintah

ARJAWINANGUN [89,2 CR] – Prihatin yang dirasakan pengelola Sanggar Tari Topeng Panji Asmara pimpinan Inu Kertapati di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon. Pasalnya di tengah pandemi Covid-19, belum mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah daerah sampai pemerintah pusat.

Ia menceritakan, pandemi Covid-19 berpengaruh besar terhadap sanggar yang dimilikinya. Apalagi pemerintah melarang kegiatan keramaian pada saat itu. Hampir 5 bulan sanggarnya sepi panggilan.

“Dampaknya sangat dirasakan sekali. Apalagi pagelaran budaya dilarang pemerintah jadi terpaksa selama pandemi diam di rumah tidak ada aktifitas apapun,” ujarnya kepada Cirebon Radio, Selasa (1/9/20).

Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, ia bergantung kepada murid yang belajar tari topeng di sanggarnya. Meski nilainya tidak besar namun dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan sanggar dan keluarganya.

“Sanggar tetap melatih tari, muridnya kami pungut semampunya, namun lumayan kalau ada yang meminta privat,” tutur dia.

Bantuan yang dirasakan olehnya hanya dalam bentuk pelatihan, itu pun harus bergantian dengan sanggar yang lain. Sementara dana stimulan tidak pernah ada baik dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat.

“Pernah ada dari dinas tapi itu harus bergiliran, tidak rutin setiap bulan. Kalau dari pemerintah langsung tidak ada,” paparnya.

Mulai kembali pulih setelah pemerintah menerapkan AKB dan memperolehkan ijin keramaian. Itu pun jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan tahun sebelum adanya Covid-19.

Ia berharap mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dan Covid-19 segera berakhir agar para seniman bisa kembali prosuktif. [Wlk]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

To Top