Connect with us

Terjerat Korupsi Dana Pengelolaan Sampah, Kadisnaker Dijebloskan ke Penjara

Berita Cirebon Radio

Terjerat Korupsi Dana Pengelolaan Sampah, Kadisnaker Dijebloskan ke Penjara

KEJAKSAN – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon, RM Abdullah Syukur dijebloskan ke penjara karena terjerat korupsi dana pengelolaan sampah tahun 2018. Kini, Syukur ditahan di Rutan Kelas I Cirebon.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon, Taupik Hidayat menuturkan bahwa Syukur terlibat korupsi ketika masih menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon. Menurutnya, total kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 332.338.178

“Yang bersangkutan datang memenuhi pemanggilan ketiga dari penyidik pada hari ini pukul 14.00 WIB, kemudian langsung ditahan dan dititipkan ke rutan. Kasus ini secepatnya kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor,” ucapnya.

Ia menyampaikan, Syukur sempat mangkir dari pemanggilan penyidik sebanyak dua kali, tepatnya sebelum bulan ramadhan tiba. Saat itu, mantan Kadis LH tersebut tidak dapat hadir karena berhalangan dan beralasan sakit.

Pihaknya menyebutkan, Syukur ditahan dengan tiga tersangka lain yang merupakan PPTK dan pihak swasta. Kasus tersebut terkuak setelah terjadinya peristiwa kebakaran TPA Kopiluhur dan ditemukan adanya penyelewengan dana.

Sehingga temuan tersebut ditindak lanjuti oleh Kejari Kota Cirebon dan memasuki tahap penyidikan sejak tahun 2020. Kemudian petugas menetapkan Syukur dan tiga orang lainnya sebagai tersangka pada Januari tahun 2021.

“Berdasarkan hasil audit, para tersangka diduga melakukan korupsi anggaran penanganan sampah tahun 2018 dan mereka sudah ditahan semuanya. Berkas perkaranya juga sudah P21 jadi tinggal dilimpahkan saja,” tuturnya.

Pelimpahan kasus tersebut ke Pengadilan Tipikor direncanakan pihaknya akan dilakukan besok atau lusa. Keempat tersangka juga dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 ayat (1) UU 31/1999 jo UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Pasal 2 ancaman minimal empat tahun dengan maksimal semunur hidup penjara dan pasal 3 minimal 1 tahun serta maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. [CR01]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

To Top