Connect with us

Tuntut Transparasi, Mahasiswa IAIN Cirebon Unjuk Rasa Kampus Sendiri

Berita Cirebon Radio

Tuntut Transparasi, Mahasiswa IAIN Cirebon Unjuk Rasa Kampus Sendiri

KESAMBI [89,2 CR] – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa IAIN Cirebon melakukan aksi unjuk rasa di halaman kampus setempat, Selasa (30/06/20). Mereka mendesak pihak kampus melakukan transparansi anggaran yang meliputi, KKN-DR, pengeluaran semester genap, dan UKT.

Tuntutan lain, para mahasiswa menginginkan pihak kampus menciptakan SOP pembelajaran daring, merealisasikan subsidi kuota selama 3 bulan, membentuk sistem banding UKT dalam 1 semester sebanyak 3 kali, memberikan potongan UKT 50 persen untuk semester akhir, menolak SE rektor terkait pemotongan UKT, memberikan pemotongan UKT 30% tanpa syarat dan ketentuan untuk seluruh mahasiswa.

Ketua Senat Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang juga perwakilan dari aliansi mahasiswa, Rohmawan mengatakan, tuntutan yang disuarakan tersebut memang ada beberapa yang perlu diskusi lebih lanjut. Untuk sekarang, pihaknya telah mendapat pernyataan dari pihak kampus terkait deadline realisasi pemberian subsidi kuota yang maksimal dapat disalurkan pada 9 Juli 2020 mendatang.

“Alhamdulillah untuk subsidi kuota, kami sudah mendapat keputusan, tinggal menunggu realisasinya saja. Hanya memang untuk tuntutan pemotongan UKT sebesar 30 persen ini butuh diskusi lebih lanjut, karena ada persyaratan yang bias, yaitu meninggal dunia. Karena, menurut mahasiswa, masa untuk mendapatkan potongan UKT, orangtuanya harus meninggal dulu. Dan kami akan memperjuangkannya,” kata Rohmawan di sela-sela aksi.

Bahkan, untuk SOP pembelajaran daring, pihak kampus juga telah memberikan penjelasan, bahwa SOP tersebut akan diterapkan untuk semester ganjil yang dimulai pada 18 Agustus 2020. Untuk itu, terkait SOP, pihak kampus akan memberikannya sebelum kegiatan perkuliahan dimulai.

Dengan didampingi unsur pimpinan dan ketua unit-unit terkait di kampus setempat, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menemui langsung Aliansi Mahasiswa IAIN Cirebon dan melakukan diskusi di depan gedung rektorat.

Sumanta mengaku, setelah mendapat informasi dari mahasiswa bahwa ada IAIN lain yang telah mengeluarkan kebijakan subsidi kuota, dirinya langsung melakukan rapat dengan semua dekan dan unit-unit terkait. Bahkan, besaran subsidi kuota yang diberikan IAIN Cirebon lebih besar dari kampus yang disampaikan mahasiswa kepada dirinya.

“Terkait ketidaknyamanan saat ini, tidak hanya dirasakan di IAIN Cirebon saja. Semua perguruan tinggi, khususnya di lingkungan PTKIN juga merasakan hal yang sama,” ujarnya. [Wlk]

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Berita Cirebon Radio

To Top